Sultraraya.com, Bau-bau – Seorang warga Kota Baubau berinisial WK mengaku kecewa terhadap penanganan laporan dugaan ancaman pembunuhan yang dilaporkannya ke Polres Baubau. Pasalnya, lebih dari setahun sejak dilaporkan, kasus tersebut disebut belum menunjukkan perkembangan berarti.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Langkariri, Kelurahan Lanto, Kecamatan Batupoaro, pada 23 Oktober 2025. Saat itu, WK sedang berada di depan rumah bersama keluarganya.
Menurut pengakuan korban, sekelompok orang yang berjumlah lebih dari 10 orang tiba-tiba datang dari arah lorong. Mereka disebut membawa senjata tajam, seperti samurai dan busur.
Kelompok tersebut disebut mencari seseorang berinisial LN yang merupakan ayah korban. Dalam situasi itu, korban mengaku sempat mendengar ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada ayahnya.
“Saya kaget dan panik karena mereka membawa sajam. Salah satu dari mereka mengancam akan membunuh bapak saya,” ujar WK, Minggu (13/6).
Korban mengaku tetap berada di depan rumah untuk menghalangi rombongan tersebut masuk ke area rumah. Setelah sempat terjadi adu mulut, kelompok itu akhirnya meninggalkan lokasi.
Merasa terancam, korban bersama ibunya langsung melapor ke Polres Baubau pada hari yang sama. Sehari kemudian, pelapor menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang menyebut penyidik telah melakukan penyelidikan.
Namun, hingga kini korban mengaku belum menerima informasi lanjutan mengenai perkembangan perkara tersebut.
“Kami sudah beberapa kali menanyakan perkembangan kasus, tetapi belum ada kejelasan,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polres Baubau Iptu Rino Asnan membenarkan laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
“Masih dalam lidik,” ujarnya.
Ia juga menyebut penanganan perkara masih berjalan. Untuk informasi lebih rinci, pelapor dipersilakan berkoordinasi langsung dengan Satreskrim Polres Baubau.*














