• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sultra Raya
Advertisement
  • Berita
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
No Result
View All Result
  • Berita
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
No Result
View All Result
Sultra Raya
No Result
View All Result
Home Daerah

TWKM XXXV di Sultra Bahas Hilirisasi Hijau dan Masa Depan Lingkungan

Redaksi by Redaksi
Oktober 2, 2026
in Daerah
0
TWKM XXXV di Sultra Bahas Hilirisasi Hijau dan Masa Depan Lingkungan
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sultraraya.com – Sebanyak 350 mahasiswa pencinta alam dari berbagai daerah di Indonesia bakal berkumpul di Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) XXXV.

Kegiatan nasional yang digelar Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Halu Oleo (MAHACALA UHO) itu dijadwalkan berlangsung pada 22–28 Oktober 2026.

TWKM XXXV mengangkat tema “Hilirisasi Hijau: Kolaborasi Pemuda dan Industri untuk Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menjadi pintu masuk untuk membahas hubungan antara pembangunan industri, pemanfaatan sumber daya alam, serta keberlanjutan lingkungan.

Ketua Umum MAHACALA UHO, Ika Amalia, mengatakan TWKM memiliki dua agenda utama, yakni Temu Wicara dan Kenal Medan.

Temu Wicara menjadi ruang diskusi mahasiswa pencinta alam dari berbagai daerah untuk membahas persoalan organisasi dan isu lingkungan. Agenda tersebut diisi Seminar Nasional Green Industrial Dialogue, sidang pleno hingga sidang komisi.

Dari keseluruhan peserta, 200 mahasiswa akan mengikuti Temu Wicara. Sementara 150 peserta lainnya mengikuti rangkaian Kenal Medan yang terbagi dalam tiga kegiatan, yakni 50 peserta gunung hutan, 50 peserta panjat tebing, dan 50 peserta diving.

Hasil pembahasan Temu Wicara nantinya ditargetkan menghasilkan Manifesto Hijau 2045 yang menjadi rumusan bersama dan bahan masukan kepada pemerintah.

“Temu Wicara menjadi ruang bagi kami untuk membahas isu-isu lingkungan dan persoalan yang terjadi di berbagai daerah. Dari forum ini, kami ingin menghasilkan rumusan bersama yang bisa menjadi masukan kepada pemerintah,” kata Ika dalam konferensi pers di Kendari, Jumat (2/10/2026).

Tak berhenti di ruang forum, peserta juga bakal turun langsung ke lapangan melalui rangkaian Kenal Medan.

Sejumlah kawasan alam Sultra menjadi lokasi kegiatan. Di antaranya Pegunungan Karst Matarombeo di Desa Bendewuta, Kecamatan Oheo, Konawe Utara; perairan Wakatobi di Wangi-Wangi untuk kegiatan diving; serta Gunung Mekongga di Desa Tinukari, Kolaka Utara, untuk kegiatan gunung hutan.

Menurut Ika, Kenal Medan menjadi bagian penting karena peserta tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga melihat kondisi lingkungan secara langsung.

“Apa yang mereka temukan di lapangan nantinya dibawa kembali ke forum untuk dibahas dan dirumuskan bersama,” ujarnya.

Panitia juga menyiapkan sejumlah agenda pengabdian dan aksi lingkungan. Mulai penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, Kendari Bersih hingga bakti sosial di Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

Sultra dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki kekayaan alam sekaligus aktivitas industri yang berkembang. Kondisi tersebut dinilai relevan dengan isu hilirisasi hijau yang menjadi tema utama TWKM XXXV.

“Kami ingin pembangunan terus maju tanpa mengabaikan lingkungan dan kondisi sosial masyarakat. Sulawesi Tenggara memiliki potensi alam dan industri, sehingga melalui kegiatan ini kami ingin mempertemukan pembahasan tentang pembangunan dengan tanggung jawab menjaga lingkungan,” kata Ika.

Diagendakan Dihadiri Dua Menteri dan Gubernur Malut

Ketua Panitia TWKM XXXV Muhamad Kurniawan mengatakan persiapan kegiatan kini memasuki tahap akhir. Sejumlah universitas dan organisasi mahasiswa pencinta alam dari berbagai daerah telah mengonfirmasi kehadiran.

Kegiatan tersebut juga direncanakan dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, serta Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

“Untuk persiapan, secara keseluruhan kami sudah siap. Beberapa peserta dari universitas di Indonesia sudah mengonfirmasi kehadiran dan panitia juga telah menyiapkan kebutuhan teknis untuk seluruh rangkaian kegiatan,” ujar Kurniawan.

Untuk rangkaian Kenal Medan, peserta dibagi ke tiga kegiatan dengan kuota masing-masing 50 orang. Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan gunung hutan, 50 peserta mengikuti panjat tebing, dan 50 peserta lainnya mengikuti diving.

Khusus peserta gunung hutan di Gunung Mekongga, keberangkatan dilakukan lebih awal, yakni 20 Oktober. Kegiatan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu pekan.

Keselamatan peserta menjadi perhatian khusus panitia. Tim evakuasi akan ditempatkan di Pos 2 Gunung Mekongga. Untuk memastikan komunikasi di lapangan, panitia juga berkoordinasi dengan ORARI Kolaka.

“Kami sudah menyiapkan jalur evakuasi dan tim yang akan berada di Pos 2 sebagai tim evakuasi. Untuk komunikasi di lapangan, kami juga sudah berkoordinasi dengan ORARI Kolaka sehingga apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan, komunikasi bisa tetap berjalan,” jelas Kurniawan.

Selain menjadi forum mahasiswa pencinta alam, TWKM XXXV juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi alam dan wisata Sultra. Peserta dari berbagai daerah akan mendapat kesempatan mengenal langsung sejumlah kawasan yang menjadi lokasi kegiatan.

Kurniawan mengatakan peserta tidak hanya mengikuti forum, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di lapangan.

“Teman-teman yang datang dari berbagai daerah tidak hanya mengikuti forum, tetapi juga kami ajak melihat langsung potensi alam dan wisata yang ada di Sulawesi Tenggara,” katanya.

Ika menegaskan, pembahasan TWKM XXXV diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi. Temuan selama Kenal Medan maupun aksi pengabdian akan menjadi bahan pembahasan untuk merumuskan rekomendasi.

Salah satu isu yang ingin mendapat perhatian adalah pengelolaan kawasan bekas tambang yang dinilai belum optimal.

“Kami ingin melihat bagaimana pembangunan di daerah kita berjalan berdampingan dengan industri dan lingkungan yang harus dijaga. Salah satunya persoalan kawasan bekas tambang yang belum dikelola dengan baik,” pungkas Ika.*

Tags: Mahacala UHOSultraTWKM
Previous Post

Eko Hery Winarno Pimpin BPKP Sultra, Diminta Perkuat Pengawasan Pembangunan

Redaksi

Redaksi

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Laskar Semut Merah Kritik Lokasi Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna

Laskar Semut Merah Kritik Lokasi Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna

Juli 10, 2026
BEM UHO Tekan Disnaker Sultra Tindak Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan PT Hillcon

BEM UHO Tekan Disnaker Sultra Tindak Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan PT Hillcon

Mei 2, 2026
Dugaan Tambang Ilegal di Bombana, AMAN Soroti Keterlibatan Oknum Aparat

Dugaan Tambang Ilegal di Bombana, AMAN Soroti Keterlibatan Oknum Aparat

Juni 18, 2026
MAP Hukum Sultra Minta RKAB PT Tiran Dievaluasi Sebelum Diperpanjang

HMKS Tolak RKAB PT Macika Mada Madana, Minta Pemerintah Evaluasi Rekam Jejak Perusahaan

Juli 6, 2026
Sampaikan Kuliah Umum ke Mahasiswa UHO, Yusran Akbar Pacu Semangat Berwirausaha

Sampaikan Kuliah Umum ke Mahasiswa UHO, Yusran Akbar Pacu Semangat Berwirausaha

12
Komitmen PLN UP3 Kendari Beri Pelayanan ke Masyarakat Bebas Pungli

Komitmen PLN UP3 Kendari Beri Pelayanan ke Masyarakat Bebas Pungli

7
Pengalaman dan Kelebihan Arwin Labatamba Diakui

Pengalaman dan Kelebihan Arwin Labatamba Diakui

6
La Ode Barhim Lakukan Kunjungan Wisata Kuliner di Desa Banggai Kabupaten Muna

La Ode Barhim Lakukan Kunjungan Wisata Kuliner di Desa Banggai Kabupaten Muna

6
TWKM XXXV di Sultra Bahas Hilirisasi Hijau dan Masa Depan Lingkungan

TWKM XXXV di Sultra Bahas Hilirisasi Hijau dan Masa Depan Lingkungan

Oktober 2, 2026
Eko Hery Winarno Pimpin BPKP Sultra, Diminta Perkuat Pengawasan Pembangunan

Eko Hery Winarno Pimpin BPKP Sultra, Diminta Perkuat Pengawasan Pembangunan

Oktober 1, 2026
Peluang Kontraktor Lokal Terbuka, KADIN Konut Siapkan Strategi

Peluang Kontraktor Lokal Terbuka, KADIN Konut Siapkan Strategi

September 30, 2026
Spion Mobil Lepas Diserempet Truk PT Wings, Warga Minta Perusahaan Bertanggung Jawab

Spion Mobil Lepas Diserempet Truk PT Wings, Warga Minta Perusahaan Bertanggung Jawab

September 26, 2026

Recent News

TWKM XXXV di Sultra Bahas Hilirisasi Hijau dan Masa Depan Lingkungan

TWKM XXXV di Sultra Bahas Hilirisasi Hijau dan Masa Depan Lingkungan

Oktober 2, 2026
Eko Hery Winarno Pimpin BPKP Sultra, Diminta Perkuat Pengawasan Pembangunan

Eko Hery Winarno Pimpin BPKP Sultra, Diminta Perkuat Pengawasan Pembangunan

Oktober 1, 2026
Peluang Kontraktor Lokal Terbuka, KADIN Konut Siapkan Strategi

Peluang Kontraktor Lokal Terbuka, KADIN Konut Siapkan Strategi

September 30, 2026
Spion Mobil Lepas Diserempet Truk PT Wings, Warga Minta Perusahaan Bertanggung Jawab

Spion Mobil Lepas Diserempet Truk PT Wings, Warga Minta Perusahaan Bertanggung Jawab

September 26, 2026

TENTANG KAMI

SultraRaya.com merupakan portal berita media siber terpercaya di Indonesia. Mewartakan berita terpercaya dengan tampilan yang atraktif dan modern. Hak cipta dan merek dagang SultraRaya dimiliki oleh PT. Insan Media Siber.

Redaksi

Susunan Redaksi
Tentang Kami

Recent News

TWKM XXXV di Sultra Bahas Hilirisasi Hijau dan Masa Depan Lingkungan

TWKM XXXV di Sultra Bahas Hilirisasi Hijau dan Masa Depan Lingkungan

Oktober 2, 2026
Eko Hery Winarno Pimpin BPKP Sultra, Diminta Perkuat Pengawasan Pembangunan

Eko Hery Winarno Pimpin BPKP Sultra, Diminta Perkuat Pengawasan Pembangunan

Oktober 1, 2026


Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik
Undang-undang Pers
Disklaimer

Follow Us

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2026 SULTRARAYA.COM -

No Result
View All Result

© 2026 SULTRARAYA.COM -