Miningnews.id – Dugaan perselingkuhan yang menyeret Bupati Konawe Kepulauan (Konkep) Rifqi Saifullah Razak kembali menjadi sorotan.
Isu tersebut dikaitkan dengan seorang pegawai PPPK di DPRD Sulawesi Tenggara berinisial YH atau Osin.
Ikatan Mahasiswa Lintas Kampus Sulawesi Tenggara (IMALAK Sultra) meminta Bupati Konkep segera memberikan klarifikasi terbuka.
Penanggung Jawab IMALAK Sultra Ali Sabarno mengatakan, klarifikasi penting untuk menghentikan spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Ali, seorang pejabat publik memiliki tanggung jawab menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat.
“Kami tidak sedang memvonis, tetapi mempertanyakan etika kepemimpinan,” kata Ali dalam keterangan persnya.
Dia menilai sikap diam justru berpotensi membuat isu tersebut semakin liar dan menimbulkan berbagai persepsi.
“Kalau informasi itu fitnah atau tidak benar, sampaikan secara terbuka dan tegas kepada masyarakat,” ujarnya.
IMALAK Sultra juga menyoroti kemungkinan adanya persoalan lain di balik isu tersebut, khususnya terkait penggunaan kewenangan.
Ali meminta dugaan penggunaan fasilitas negara, kebijakan kepegawaian, maupun potensi konflik kepentingan diperiksa jika memiliki bukti.
“Jangan sampai perdebatan hanya fokus pada urusan asmara, sementara konflik kepentingan justru lolos dari pemeriksaan,” tegasnya.
IMALAK Sultra mendesak Bupati Konkep dan YH memberikan penjelasan kepada publik mengenai isu yang berkembang.
Pihak yang memiliki bukti juga diminta menempuh jalur hukum resmi, bukan menyebarkan tuduhan tanpa dasar.
IMALAK Sultra selanjutnya meminta aparat terkait memeriksa dugaan penyalahgunaan wewenang jika ditemukan indikasi pelanggaran.
Ali menegaskan, masyarakat membutuhkan kejelasan agar polemik tersebut tidak terus berkembang menjadi perang opini.
Catatan: Naskah ini memuat tudingan dari IMALAK Sultra. Kebenaran dugaan perselingkuhan belum dibuktikan dalam proses hukum.*













