Sultraraya.com – Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat Sulawesi Tenggara (GEMPUR Sultra) menyampaikan keberatan terhadap pemberitaan Perdetiknews.com mengenai aksi demonstrasi dugaan sengketa lahan di Kelurahan Puuwatu, Kamis (6/8).
Organisasi itu menilai isi pemberitaan belum menggambarkan substansi aksi yang berfokus pada dugaan penyerobotan lahan milik warga bernama Nurminah.
Menurut GEMPUR Sultra, aksi bertujuan menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan sengketa lahan secara profesional.
Koordinator Lapangan GEMPUR Sultra, Sawal Petrus, mengatakan pihaknya juga mempertanyakan proses peliputan sebelum berita diterbitkan.
Ia menyebut penyelenggara aksi tidak menerima permintaan konfirmasi sehingga menilai prinsip keberimbangan belum terpenuhi.
> “Kami berharap setiap pemberitaan mengedepankan akurasi, keberimbangan, dan konfirmasi kepada semua pihak agar informasi tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujar Sawal.
GEMPUR Sultra menegaskan kritik tersebut bukan bentuk penolakan terhadap kebebasan pers, melainkan harapan agar media tetap memegang teguh profesionalisme dan Kode Etik Jurnalistik.
Organisasi itu memastikan akan terus mengawal dugaan sengketa lahan hingga terdapat kepastian hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Sawal juga mengajak seluruh insan pers menjaga independensi serta memberikan ruang yang seimbang kepada semua pihak dalam setiap pemberitaan.
Ia berharap informasi yang disajikan kepada masyarakat tetap akurat, utuh, dapat dipertanggungjawabkan, dan sesuai fakta di lapangan.*














