Dituding PHK Sepihak Karyawan, Ini Penjelasan PT TDJ dan CGG

Morowali – Sebelumnya diberitakan salah satu media terkait tudingan terhadap PT TDJ dan PT CGG yang tidak memperhatikan salah satu karyawannya yang mengalami kecelakaan kerja.

Selain itu dalam pemberitaan tersebut bahwa karyawan yang mengalami kecelakaan kerja tersebut dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Namun hal tersebut dibantah oleh pihak manajemen perusahaan melalui staf HRD Agus Rohi.

“Perihal kecelakaan kerja yang terjadi pada tanggal 24 Januari 2024 itu benar adanya, tetapi kurang tepat jika dikatakan perusahaan tak kooperatif dan dituding tidak bertanggungjawab,” katanya melalui keterangan resminya yang diterima media ini pada, Jum’at 26 Januari 2024.

Sambungnya bahwa perusahaan telah berupaya melakukan tindakan mulai dari membawa korban untuk mendapatkan penanganan medis serta pengobatan.

“Kami sudah bawa ke Puskemas terdekat dan telah membayar seluruh biaya pengobatan, tetapi Korban setelah dilakukan penanganan secara medis atau pengobatan kemudian pihak korban langsung memilih pulang ke kediaman korban,” ungkapnya.

Lanjutnya bahwa seharusnya korban tidak langsung pulang ke kampung halamannya, karena masih ada tahapan pengobatan yang akan dilakukan.

“Pihak manajemen dalam hal ini tidak membenarkan untuk di pulangkan sebab masih ada tahapan untuk kontrol di Puskesmas yang dimana korban dibawa pada saat itu,” tutur Agus.

Agus juga menegaskan bahwa sampai sejauh ini pihak perusahaan tidak melakukan PHK terhadap yang bersangkutan seperti kabar yang beredar.

“Bahwa masalah PHK sampai saat ini dari pihak perusahaan belum melakukan PHK. Itu tidak dilontarkan oleh perusahaan karenanya pihak perusahaan juga Masih melakukan langkah-langkah terbaik dalam menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Pihaknya juga membeberkan bahwa perihal K3 pihak perusahaan selalu komitmen menjalankannya.

“Dan masalah K3 pihak perusahaan telah menerapkan hal tersebut, tapi lagi-lagi ada pekerja kurang memperhatikan atau lalai,” ujarnya.

Selain itu terkait yang dikatakan bahwa ada dugaan rem blong hal itu juga tidak benar, karena setelah pihak mekanik perusahaan melakukan pengecekkan kondisinya masih bagus.

“Mengenai apa yang dikatakan korban rem blong itu masih sangat tidak memungkinkan karena dari hasil pengecekan mekanik setelah insiden semua angin masih normal tidak ada kebocoran, lalu kemudian lanjut lagi pengecekan mekanik bahwa Dump Truk tersebut berada pada posisi gear tinggi, nah sementara yang teman-driver lain tidak semestinya memakai gear tinggi ditempat kejadian insiden tersebut,” tutupnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *